SELAMAT DATANG DI BLOG PUSKESMAS TURIKALE DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAROS

Jumat, 28 September 2012

PROPOSAL PKPR


 



PROPOSAL KEGIATAN

A.      DASAR PEMIKIRAN

Program Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sejak dini dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas di masa depan. Remaja merupakan anggota atau bagian dari suatu keluarga yang memiliki peran dan tanggungjawab sebagai generasi penerus bangsa. Remaja pada umumnya mencari informasi dan berbagi cerita melalui teman sebayanya
Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual. Pola karakteristik pesatnya tumbuh kembang ini menyebabkan remaja dimanapun ia menetap, mempunyai sifat khas yang sama yaitu mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Sifat tersebut dihadapkan pada ketersediaan sarana di sekitarnya yang dapat memenuhi keingintahuan tersebut. Keadaan ini sering kali mendatangkan konflik batin dalam diriya. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka akan jatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin harus menanggung akibat lanjutnya dalam bentuk berbagai masalah kesehatan fisik dan psikososial, yang bahkan mungkin harus ditanggung seumur hidupnya.
Pada awal dekade yang lalu penyalahgunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropik dan Zat adiktif lainnya) pada remaja belum semarak seperti saat ini dan infeksi HIV/AIDS masih amat langka. Perilaku seksual berisiko di kalangan remaja belum terungkap dalam angka yang menghawatirkan. Kesehatan remaja pada masa itu belum menjadi prioritas. Keadaan tersebut berangsur berubah, terjadi kecenderungan peningkatan perilaku tidak sehat pada remaja.
mengenai golongan remaja, ditemukan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia berumur di bawah 25 tahun, dan sekitar 80% berada di negara berkembang dan di semua belahan dunia sejumlah besar remaja melakukan aktivitas seks pada umur awal, disertai peningkatan proportional terjadi di luar perkawinan. Dalam melakukan kegiatan seks ini, kebanyakan mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi (hanya sekitar 17% wanita 15-19 tahun). Dapat ditambahkan bahwa 15 juta wanita remaja menyumbangkan bayi terhadap kelahiran yang terjadi tiap tahun, yang besarnya 1/5 dari seluruh kelahiran dunia, dan kebanyakan terjadi di negara sedang berkembang (Bustan, 2000).
Berdasarkan hasil penelitian dari Koordinator Kesehatan Reproduksi Jaringan Epidomologi Nasional, 15% dari 2.224 mahasiswa di 15 Universitas negeri dan swasta telah biasa melakukan hubungan seks diluar nikah (Agustiar, 2007). Hasil survey yang dilakukan Bali Post tahun 2000 di 12 kota di Indonesia yaitu terdapat penerimaan angka kasar sebesar 11% remaja di bawah usia 19 tahun pernah melakukan hubungan seksual dan berpotensi melakukan aborsi, sedangkan 59,6% remaja di atas 19 tahun juga pernah melakukan hubungan seksual dan berpeluang lebih besar untuk melakukan aborsi (Balipost, 2007).
Khusus untuk Sulawesi Selatan pada tahun 2007, kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan. Ini terbukti pada akhir tahun 2006 masih tercatat sekitar 900 kasus HIV/AIDS. Namun,pada Juni 2007 sudah naik menjadi 1.564 kasus dan bahkan melonjak drastis hingga November 2007 dengan 1.630 kasus (Depkes, 2008).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, di Sulawesi Selatan angka penderita HIV/AIDS mencapai 1.800 jiwa, dan 70% diantaranya berasal dari Makassar. Populasi pengidap HIV/AIDS di Makassar makin tidak terkendali. Dalam kurun waktu setahun, jumlah pengidap HIV/AIDS meningkat dua kali lipat. Tercatat, di tahun 2006 angka penderita mencapai 786 orang, dan di tahun 2007 meningkat menjadi 1.432 orang atau terjadi peningkatan hampir 100 persen atau sekitar 646 orang (Depkes, 2008).
Di Sulawesi Selatan data yang bersumber dari BKKBN, Pasangan Usia Subur (PUS) tahun 2007 sebanyak 1.219.516 pasangan, sedangkan PUS yang dibawah umur 20 tahun sebanyak 50.952 pasangan atau 4,18% dari seluruh pasangan usia subur. Rendahnya umur perkawinan pertama ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor sosial ekonomi, pengetahuan penduduk yang masih rendah akan masalah pendewasaan perkawinan, dan masih banyaknya orang tua yang takut bila anaknya menjadi perawan tua (BKKBN, 2008).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Muhammad Jufri, pada tahun 2006 bahwa sebanyak 29,24% mahasiswa di Makassar setuju dengan seks pranikah. Alasan mahasiswa yang setuju dengan budaya ini di antaranya karena kebutuhan dasar, asal tidak hamil, tuntutan zaman dan coba-coba atau latihan. Hasil penelitian lain yang telah diperoleh yaitu sebanyak 68,86% menyatakan pernah bergandengan tangan dengan pasangan, bercium pipi (50%), ciuman bibir (51,88%), saling membelai dengan pasangan (65,26%) meraba payudara (34,90 %) dan senggama (21,69%) (Jufri, 2006).
Hasil survei yang telah dilakukan di UNHAS tahun 2008, mahasiswa sebanyak 3028 orang, penelitian ini menunjukkan bahwa 260 orang (8,6%) mahasiswa yang telah melakukan hubungan seks pranikah dan yang tidak pernah melakukan hubungan seks pranikah sebesar 2155 (71,2%). Dari seluruh responden yang di survai terdapat 613 (20,2%) responden yang tidak mengisi kuesioner. Untuk penelitian di Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNHAS, dengan jumlah sampel mahasiswa sebanyak 413 orang, menunjukkan bahwa 20 orang (6,9%) mahasiswa yang mengaku telah melakukan hubungan seks pranikah dan sisanya tidak pernah melakukan hubungan seks pranikah (HEART, 2008).
Dengan dasar diatas, maka kami dari Puskesmas turikale Kabupaten Maros mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan hal diatas. Kegiatan yang dilaksanakan itu kami namakan “Jambore Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja Tingkat Kecamatan Turikale 2012”. Dengan kegiatan ini  remaja  diharapkan dapat Menambah pengetahuan
B.        TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1.       Mengajak remaja berfikir positif menuju masa depan yang cerah
2.       Meningkatkan kepedulian terhadap remaja untuk mencerdasakan kehidupan bangsa 
3.        
C.        TEMA KEGIATAN
Tema dari kegiatan ini adalah “ Hidup Sehat dan Cerdas dn energik tanpa narkoba dan sex bebas”

D. JENIS KEGIATAN
                Adapun jenis kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1.       Lomba Debat
2.       Lomba puisi
3.       Cerdas cermat

E.      WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan, yaitu:
Hari/Tanggal               :   Sabtu  24 Desember 2012Minggu 25 Desember 2012
Tempat                        :   Permadian Bantimurung

G. PELAKSANA KEGIATAN
Pelaksana kegiatan ini adalah Panitia Pelaksana yang dibentuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (SK Panitia Pelaksana terlampir).
H. SUMBER DANA KEGIATAN
Yang diharapkan untuk menjadi sumber dana pada kegiatan ini adalah :
  1. Dana awal HIMAFI FMIPA UNM
 (Estimasi anggaran terlampir)
I.  PENUTUP
                Demikianlah Proposal ini kami buat sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan tanggapan kepada kami. Dengan segala hal kami memohon bantuan dan kerjasamanya demi kelancaran kegiatan ini.
Akhir kata semoga Allah SWT memberi berkah sehingga pelaksanaan Fisika In Harmoni 2012 berlangsung dengan baik dan sukses. Amin