PROPOSAL
KEGIATAN
A.
DASAR PEMIKIRAN
Program Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan upaya
mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sejak dini dalam rangka
mewujudkan keluarga yang berkualitas di masa depan. Remaja merupakan anggota
atau bagian dari suatu keluarga yang memiliki peran dan tanggungjawab sebagai
generasi penerus bangsa. Remaja pada umumnya mencari informasi dan berbagi
cerita melalui teman sebayanya
Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan
perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual. Pola
karakteristik pesatnya tumbuh kembang ini menyebabkan remaja dimanapun ia
menetap, mempunyai sifat khas yang sama yaitu mempunyai rasa keingintahuan yang
besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung
risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Sifat
tersebut dihadapkan pada ketersediaan sarana di sekitarnya yang dapat memenuhi
keingintahuan tersebut. Keadaan ini sering kali mendatangkan konflik batin
dalam diriya. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak
tepat, mereka akan jatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin harus
menanggung akibat lanjutnya dalam bentuk berbagai masalah kesehatan fisik dan
psikososial, yang bahkan mungkin harus ditanggung seumur hidupnya.
Pada awal dekade yang lalu penyalahgunaan NAPZA (Narkotik,
Psikotropik dan Zat adiktif lainnya) pada remaja belum semarak seperti saat ini
dan infeksi HIV/AIDS masih amat langka. Perilaku seksual berisiko di kalangan
remaja belum terungkap dalam angka yang menghawatirkan. Kesehatan remaja pada
masa itu belum menjadi prioritas. Keadaan tersebut berangsur berubah, terjadi
kecenderungan peningkatan perilaku tidak sehat pada remaja.
mengenai golongan remaja, ditemukan
bahwa lebih dari setengah penduduk dunia berumur di bawah 25 tahun, dan sekitar
80% berada di negara berkembang dan di semua belahan dunia sejumlah besar
remaja melakukan aktivitas seks pada umur awal, disertai peningkatan
proportional terjadi di luar perkawinan. Dalam melakukan kegiatan seks ini,
kebanyakan mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi (hanya sekitar 17% wanita
15-19 tahun). Dapat ditambahkan bahwa 15 juta wanita remaja menyumbangkan bayi
terhadap kelahiran yang terjadi tiap tahun, yang besarnya 1/5 dari seluruh
kelahiran dunia, dan kebanyakan terjadi di negara sedang berkembang (Bustan,
2000).
Berdasarkan hasil penelitian dari Koordinator Kesehatan Reproduksi Jaringan Epidomologi Nasional, 15% dari 2.224 mahasiswa di 15 Universitas negeri dan swasta telah biasa melakukan hubungan seks diluar nikah (Agustiar, 2007). Hasil survey yang dilakukan Bali Post tahun 2000 di 12 kota di Indonesia yaitu terdapat penerimaan angka kasar sebesar 11% remaja di bawah usia 19 tahun pernah melakukan hubungan seksual dan berpotensi melakukan aborsi, sedangkan 59,6% remaja di atas 19 tahun juga pernah melakukan hubungan seksual dan berpeluang lebih besar untuk melakukan aborsi (Balipost, 2007).
Berdasarkan hasil penelitian dari Koordinator Kesehatan Reproduksi Jaringan Epidomologi Nasional, 15% dari 2.224 mahasiswa di 15 Universitas negeri dan swasta telah biasa melakukan hubungan seks diluar nikah (Agustiar, 2007). Hasil survey yang dilakukan Bali Post tahun 2000 di 12 kota di Indonesia yaitu terdapat penerimaan angka kasar sebesar 11% remaja di bawah usia 19 tahun pernah melakukan hubungan seksual dan berpotensi melakukan aborsi, sedangkan 59,6% remaja di atas 19 tahun juga pernah melakukan hubungan seksual dan berpeluang lebih besar untuk melakukan aborsi (Balipost, 2007).
Khusus untuk Sulawesi Selatan pada
tahun 2007, kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan. Ini terbukti pada akhir tahun
2006 masih tercatat sekitar 900 kasus HIV/AIDS. Namun,pada Juni 2007 sudah naik
menjadi 1.564 kasus dan bahkan melonjak drastis hingga November 2007 dengan 1.630
kasus (Depkes, 2008).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan
Provinsi Sulawesi Selatan, di Sulawesi Selatan angka penderita HIV/AIDS
mencapai 1.800 jiwa, dan 70% diantaranya berasal dari Makassar. Populasi
pengidap HIV/AIDS di Makassar makin tidak terkendali. Dalam kurun waktu
setahun, jumlah pengidap HIV/AIDS meningkat dua kali lipat. Tercatat, di tahun
2006 angka penderita mencapai 786 orang, dan di tahun 2007 meningkat menjadi
1.432 orang atau terjadi peningkatan hampir 100 persen atau sekitar 646 orang (Depkes,
2008).
Di Sulawesi Selatan data yang
bersumber dari BKKBN, Pasangan Usia Subur (PUS) tahun 2007 sebanyak 1.219.516
pasangan, sedangkan PUS yang dibawah umur 20 tahun sebanyak 50.952 pasangan
atau 4,18% dari seluruh pasangan usia subur. Rendahnya umur perkawinan pertama
ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor sosial ekonomi,
pengetahuan penduduk yang masih rendah akan masalah pendewasaan perkawinan, dan
masih banyaknya orang tua yang takut bila anaknya menjadi perawan tua (BKKBN,
2008).
Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan oleh Muhammad Jufri, pada tahun 2006 bahwa sebanyak 29,24% mahasiswa
di Makassar setuju dengan seks pranikah. Alasan mahasiswa yang setuju dengan
budaya ini di antaranya karena kebutuhan dasar, asal tidak hamil, tuntutan
zaman dan coba-coba atau latihan. Hasil penelitian lain yang telah diperoleh
yaitu sebanyak 68,86% menyatakan pernah bergandengan tangan dengan pasangan,
bercium pipi (50%), ciuman bibir (51,88%), saling membelai dengan pasangan
(65,26%) meraba payudara (34,90 %) dan senggama (21,69%) (Jufri, 2006).
Hasil survei yang telah dilakukan di UNHAS tahun 2008, mahasiswa sebanyak 3028 orang, penelitian ini menunjukkan bahwa 260 orang (8,6%) mahasiswa yang telah melakukan hubungan seks pranikah dan yang tidak pernah melakukan hubungan seks pranikah sebesar 2155 (71,2%). Dari seluruh responden yang di survai terdapat 613 (20,2%) responden yang tidak mengisi kuesioner. Untuk penelitian di Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNHAS, dengan jumlah sampel mahasiswa sebanyak 413 orang, menunjukkan bahwa 20 orang (6,9%) mahasiswa yang mengaku telah melakukan hubungan seks pranikah dan sisanya tidak pernah melakukan hubungan seks pranikah (HEART, 2008).
Hasil survei yang telah dilakukan di UNHAS tahun 2008, mahasiswa sebanyak 3028 orang, penelitian ini menunjukkan bahwa 260 orang (8,6%) mahasiswa yang telah melakukan hubungan seks pranikah dan yang tidak pernah melakukan hubungan seks pranikah sebesar 2155 (71,2%). Dari seluruh responden yang di survai terdapat 613 (20,2%) responden yang tidak mengisi kuesioner. Untuk penelitian di Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNHAS, dengan jumlah sampel mahasiswa sebanyak 413 orang, menunjukkan bahwa 20 orang (6,9%) mahasiswa yang mengaku telah melakukan hubungan seks pranikah dan sisanya tidak pernah melakukan hubungan seks pranikah (HEART, 2008).
Dengan dasar diatas, maka kami dari Puskesmas turikale
Kabupaten Maros mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan hal diatas. Kegiatan
yang dilaksanakan itu kami namakan “Jambore Pelayanan Kesehatan Peduli
Remaja Tingkat Kecamatan Turikale 2012”. Dengan kegiatan ini remaja
diharapkan dapat Menambah pengetahuan
B.
TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan adalah
sebagai berikut:
1. Mengajak remaja berfikir
positif menuju masa depan yang cerah
2. Meningkatkan kepedulian
terhadap remaja untuk mencerdasakan kehidupan bangsa
3.
C.
TEMA KEGIATAN
Tema dari kegiatan ini adalah “ Hidup Sehat dan Cerdas dn energik
tanpa narkoba dan sex bebas”
D. JENIS
KEGIATAN
Adapun jenis kegiatan yang akan
dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Lomba Debat
2. Lomba puisi
3. Cerdas cermat
E. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan, yaitu:
Hari/Tanggal : Sabtu 24 Desember 2012 – Minggu 25 Desember 2012
Tempat : Permadian Bantimurung
G. PELAKSANA
KEGIATAN
Pelaksana kegiatan ini adalah
Panitia Pelaksana yang dibentuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (SK Panitia
Pelaksana terlampir).
H. SUMBER DANA
KEGIATAN
Yang
diharapkan untuk menjadi sumber dana pada kegiatan ini adalah :
- Dana awal HIMAFI FMIPA UNM
(Estimasi anggaran terlampir)
I. PENUTUP
Demikianlah Proposal
ini kami buat sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan tanggapan kepada
kami. Dengan segala hal kami memohon bantuan dan kerjasamanya demi kelancaran
kegiatan ini.
Akhir kata semoga Allah SWT memberi
berkah sehingga pelaksanaan Fisika In Harmoni 2012 berlangsung dengan baik dan sukses.
Amin